Singing Hatsune Miku

Newest Post

ACL (Audit Command Language)

| Kamis, 02 November 2017
Baca selengkapnya »
Audit Command Language  

(ACL)



  
4KA06




KELOMPOK :
-         Aji Saputro (10114679)
-         Alfiyyah Azhar Ulfah (10114826)
-         Kurnia Achmad (15114933)
-         Muhammad Rayhan Varian K. (17114473)



 

ACL
ACL adalah sebuah software yang dirancang secara khusus untuk menganalisa data dan menghasilkan laporan audit baik untuk pengguna biasa (common/ nontechnical users)  maupun pengguna ahli (expert users).
            ACL dikembangkan sejak tahun 1970-an oleh Prof. Hart J. Will dari Canada dan kemudian dikelola oleh ACL Services Ltd, Vancouver, Canada, dan merupakan pemimpin pasar dalam teknologi pengambilan data, analisis data, serta pelaporan (hasil survey tahunan The Institute of Internal Auditors, USA, 2005).

            ACL telah dikembangluaskan dengan fungsi untuk memenuhi kebutuhan analisis data seluruh aktivitas bisnis operasional di dalam perusahaan, di antaranya pada bidang audit untuk analisis data, pencocokan dan pembandingan data, laporan penyimpangan, dsb; pada bidang IT (Information Technology) untuk data migrationdata cleansingdata matchingdata integrity testing; selain itu juga untuk analisis, konsolidasi, rekonsiliasi data, dan pelaporan pada divisi lain seperti Keuangan, Pemasaran, Distribusi, Operasional, dan lain sebagainya.
ACL dapat membaca data dari berbagai macam sistem yang terbentang mulai dari model sistem mainframe lama hingga ke relational database modern. ACL adalah aplikasi yang hanya ‘read-only’, ACL tidak pernah mengubah data sumber asli sehingga aman untuk menganalisis jenis live-data. Keanekaragaman sumber data dan teknologi akses data, cara mengakses data juga bervariasi dari satu sumber data ke lain. ACL membaca beberapa sumber data secara langsung dengan mengimpor dan menyalin sumber data sehingga dapat dianalisis.

            ACL dirancang khusus untuk menganalisa data dan menghasilkan laporan audit baik untuk pengguna biasa (common/nontechnical users) maupun pengguna ahli (expert users). Dengan menggunakan ACL, pekerjaan auditing akan jauh lebih cepat daripada proses auditing secara manual yang memerlukan waktu sampai berjam-jam bahkan sampai berhari-hari.
Software ini dapat melakukan akses data langsung ke dalam database ataupun dalam bentuk teks file dalam waktu yang singkat tanpa menganggu sistem yang sedang berjalan, melakukan proses verifikasi hasil dari data yang diperoleh untuk menciptakan integrasi data yang dipercaya, dan hasil analisa data yang dapat diandalkan. Semua dapat dilakukan dengan cepat, tepat, aman, dan akurat.

Keuntungan menggunakan ACL
·         Dapat membantu dalam mengAkses data baik langsung (Direct) kedalam system jaringan ataupun  tidak langsung (InDirect) melalui media lain seperti softcopy dalam bentuk teks file/report.
·         Menempatkan kesalahan dan potensial fraud sebagai pembanding dan menganalisa file-file menurut aturan-aturan yang ada.
·         Mengidentifikasi kecenderungan/gejala-gejala, dapat juga menunjukan dengan tepat/sasaran pengecualian data dan menyoroti potensial area yang menjadi perhatian.
·         Mengidentifikasi proses perhitungan kembali dan proses verifikasi yang benar.
·         Mengidentifikasi persoalan sistem pengawasan dan memastikan terpenuhinya permohonan dengan aturan-aturan yang telah ditetapkan.
·         Aging dan menganalisa Account Receivable/Payable atau beberapa transaksi lain dengan menggunakan basis waktu yang sensitif.
·         Memulihkan biaya atau pendapatan yang hilang dengan pengujian data pada data-data duplikasi pembayaran, menguji data-data nomor Invoice/Faktur yang hilang atau pelayanan yang tidak tertagih.
·         Menguji terhadap hubungan antara authorisasi karyawan dengan supplier.
·         Melakukan proses Data Cleansing dan Data Matching atau pembersihan data dari data-data duplikasi terutama dari kesalahan pengetikan oleh End-User.
·         Dapat melaksanakan tugas pengawasan dan pemeriksaaan dengan lebih fokus, cepat, efisien, dan efektif dengan lingkup yang lebih luas dan analisa lebih mendalam. Mengidentifikasi penyimpangan (Fraud Detection) dapat dilakukan dengan cepat dan akurat sehingga memiliki waktu lebih banyak alam menganalisa data dan pembuktian.
  • Mudah dalam penggunaan.
  • Built- in audit dan analisis data secara fungsional
  • Kemampuan menangani ukuran file yang tidak terbatas
  • Kemampuan mengekspor hasil audit
  • Pembuatan laporan berkualitas tinggi
Manfaat ACL antara lain:
·         Bagi auditor: Penggunaan ACL akan membantu mereka dalam melaksanakan tugas audit secara lebih terfokus, cepat, efisien, efektif, dan murah dengan lingkup yang lebih luas dan analisis mendalam. Indikasi penyimpangan dapat dilakukan dengan cepat, akurat, dan dengan beraneka ragam analisis menggunakan ACL sehingga auditor dapat menemukan lebih banyak penyimpangandan memiliki lebih banyak waktu untuk melakukan pembuktian.
·         Untuk manajemen termasuk profesi akunting dan keuangan: ACL dapat membantu mereka dalam menganalisis data dan informasi perusahaan, pengujian pengendalian yang telah ada, dan pembuatan laporan manajemen secara cepat dan fleksibel
·         Untuk Sumber Daya Manusia/Pemeriksa, IT, dan lainnya: Dapat melakukan sistem pelaporan yang sesuai dengan keinginan atau laporan yang diinginkan (independensi) dengan akurasi dan kualitas data yang sangat bagus sehingga data pelaporan dapat dipercaya. Proses pembuatan rekapitulasi dengan sangat cepat.

5 SIKLUS DATA ACL

•         Perencanaan
Rencanakan pekerjaan anda sebelum memulai sebuah project. Dengan merumuskan jelas tujuanya sebelum mulai analisis, dengan mengembangkan strategi dan waktu serta sumber daya.
•         Akses Data
Langkah berikutnya adalah mengakses data yang digariskan dalam rencana strategis. Dengan mencari, meminta, dan mentransfer data sebelumnya untuk membacanya dengan ACL.
•         Integritas data Verifikasi Data
Setelah menerima data, maka diperlukan untuk menguji integritas. Jika anda memulai project anda tanpa harus diverifikasi terlebih dahulu data yang integritas, ada kemungkinan tidak lengkap
atau tidak benar.
•         Analisis Data
Dalam analisis tahap melakukan tes yang diperlukan untuk mencapai tujuan. Anda mungkin akan menggunakan kombinasi perintah, filter, dan hitungan dalam analisis Anda.
•         Pelaporan Hasil
Tergantung pada proyek tersebut, Anda mungkin perlu membuat laporan dari yang dihasilkan. ACL dapat membuat berbagai jenis laporan, termasuk multiline, detail, dan ringkasan laporan
UNSUR-UNSUR UTAMA  DATA  ANALISIS ACL
1. Commands
                Command pada ACL merupakan perintah analisis standar yang ada pada ACL seperti perintah statistik. Stratify (menstratifikasi), Aging (umur) dsb. Perintah tersebut dapat menghasilkan output dalam bentuk file, screen(layar), print dan grafik.
2. Expressions (Ekspresi)
                Expressions adalah pernyataan yang digunakan terutama untuk membuat filter dan computed fields. Melakukan perhitungan, menentukan kondisi logis, atau menciptakan nilai-nilai yang tidak ada pada data file. Expressions dapat diberi nama dan disimpan sebagai bagian dari suatu proyek atau digunakan langsung.
  1. Filter adalah ekspresi logika yang memungkinkan Anda memilih jenis data yang Anda ingin lihat. Sebagai contoh, Anda dapat membuat Filter yang memilih hanya records yang berada dalam rentang tanggal tertentu.
  2. Computed Fields adalah dikenal juga sebagai calculated field, adalah virtual field yang menggunakan data yang berasal dari ekspresi atau variabel tertentu. Ini tidak berisi data fisik. Sebagai contoh, Anda dapat membuat sebuah field baru yang merupakan hasil dari nilai-nilai di dua field lainnya. Anda juga dapat menyisipkan ke dalam tabel nilai tertentu seperti suku bunga atau kondisi logis..
3. Function
Function adalah sesuatu yang pasti yang sudah ada dalam function di ACL dengan menggunakan variabel, untuk melaksanakan suatu perhitungan atau perintah atas data yang telah ditetapkan.


4. Variable
  Interface ACL
Pada saat pertama membuka ACL, anda akan dihadapkan layar seperti dibawah ini, dengan tampilan Welcome Tab, Project Navigator, dan Status Bar.
  Welcome Tab
Welcome Tab merupakan tampilan yang menunjukan macam-macam project yang pernah dibuat dan disimpan di ACL. Karena sistem ACL sudah menggunakan sistem seperti di website, jadi anda tinggal mengklik untuk memilihnya.
  Project Navigator
Project Navigator merupakan tampilan dimana Tabel dan Log sedang dalam pengerjaan dalam suatu project di ACL.
  Status Bar
Tampilan Status Bar menunjukan informasi tentang tabel yang sedang dibuka, termasuk nama tabel tersebut, number record, dan tampilan filter jika sedang diaktifkan.












Produk buatan ACL Services Ltd,
1.      ACL GRC, berfungsi untuk mengatur projek melalui audit, resiko, kepatuhan, keungan dan IT.
2.      ACL Analytics, berfungsi untuk menganalisis resiko dan pengendalian dimana hasilnya dibuat secara visual.
3.      ACL Analytics Exchange, berfungsi untuk melanjutkan melakukan monitor dan analisis resiko dan pengendalian.
4.      ACL Essentials, berfungi untuk menilai proses ERP (Enterprise Resource Planning) dengan kelas tinggi dan melakukan analisis terhadap aplikasi yang sedang dalam pengembangan.
5.      ACL Direct Link for SAP ERP & CRM, berfungsi untuk mengakses data yang berasal dari aplikasi SAP dengan kontektor SAP bersertifikat


Fitur dan kemampuan ACL Software Tools:

1.      Universal Data Access, yaitu dapat mengakses data dari hampir semua jenis database yang ada (DBF, XLS, Text File, report file, Oracle, SQL, DB2, AS/400 FDF, COBOL, dsb) dan semua platform (PC, minicomputer, dan mainframe).
2.      Jumlah Data Besar, yaitu kemampuan dalam mengakses dan memproses data dalam jumlah yang sangat besar (hingga ratusan juta record).
3.      Kecepatan Waktu Proses, kemampuannya untuk memproses dalam waktu yang singkat walaupun data yang diproses dalam jumlah yang besar.
4.      Integritas Data, dengan kemampuan mengakses database 100% (tanpa metode sampling) serta data yang bersifat Read Only yang dapat menjamin orisinalitas, keamanan dan integritas data untuk pengolahan menjadi informasi yang bermanfaat bagi user dan manajemen.
5.      Automasi, pembuatan aplikasi audit yang sangat cepat dan mudah untuk melakukan automasi analisis data untuk efisiensi proses kerja.
6.      Multi File Process, dapat digunakan untuk menangani beberapa file sekaligus, tanpa mengganggu operasional teknologi informasi yang dijalankan oleh perusahaan.
7.      Log File Navigation, dilengkapi dengan log file untuk pencatatan proses analisis yang telah dilakukan sehingga menghasilkan suatu audit trail yang komprehensif.
8.      Fungsi Analisis yang Lengkap, dilengkapi fungsi-fungsi analisis yang sangat lengkap yang dapat dengan mudah dikombinasikan dalam menghasilkan temuan-temuan yang tidak pernah terkirakan sebelumnya.
9.      Pelaporan yang Handal, kemudahan untuk merancang laporan yang handal sarat informasi yang bermanfaat serta dapat dikirimkan secara otomatis via email atau integrasi ke dalam software aplikasi Crystal Report.
10.  IT Audit, kemudahan dalam menguji integritas data dan menganalisis data yang ada di dalam database ataupun menganalisis user-user yang telah masuk ke dalam suatu jaringan/network.
Software sejenis dengan ACL
  1. IDEA (Interactive Data Analysis Software)
  2. APG (Audit Program Generator)
  3. Microsoft Excel
  4. Audit Easy
  5. EZ-R Status
  6. QSAQ
  7. Random Audit Assistant
  8. RAT-STATS
  9. Auto Audit
  10. GRC on Demand




 Langkah Awal Menggunakan Software ACL



Tampilan saat pertama kali membuka software ACL




Muncul perintah Edit ACL Preferences. Isi Start of Century : 40, lalu klik ok




Setelah itu, klik File, pilih New Document. Buat nama document baru dengan nama tertentu (mis: nama_kls) setelah itu akan muncul tampilan seperti berikut:



- Input File dengan cara klik new sesuai dengan file yang akan dikerjakan




kemudian akan muncul tampilan seperti ini
Klik Next





Selanjutnya pastikan titik pilihan terletak pada Disk. Kemudian pilih Next lagi






Pada tampilan berikutnya pilih file yang ingin diambil kemudian pilih open (disini file yang digunakan adalah file Audit_Pemasaran.DBF) Setelah itu akan muncul tampilan seperti ini:

 Pastikan pilihan terdapat pada PCs. Next





Pada tampilan ini pastikan pilihan terdapat pada dBASE compatible
file. Kemudian Next lagi dan Finish






















Klik OK













Setelah itu akan diperoleh tampilan yang masih berantakan. Untuk merapihkannya pertama-tama klik Window – Open Command Log. Kemudian klik Window lagi – Arrange All. Maka tampilan akan berubah seperti ini :





 JOIN

Kita dapat menggunakan perintah Join untuk bekerja dengan dua file terbuka yang secara simultan atau mencocokan field-field dari dua file dengan struktur yang berbeda yang telah di sort untuk menghasilkan file ke tiga.
Jika kita ingin mencocokan dua file, yang harus kita lakukan pertama kali tentukan primary  dan  secondary  file-nya  kemudian  lakukan  perintah  Join  dan  hasil  output merupakan file ke tiga
Jika mencocokan dua file,yang harus kita lakukan pertama kali tentukan primary dan secondary file-nya kemudian lakukan perintah Join dan hasil output merupakan file ketiga.Yang dimaksud dengan primary file adalah file yang sedang kita gunakan. Kita hanya dapat mempunyai satu primary file yang sedang terbuka pada suatu saat. Pada saat kita  membuka  dua  file  pada  saat  yang  sama,  file  kedua  yang  kita  gunakan  disebut secondary  file.  Kita  hanya  dapat  memiliki  satu  secondary  file  pada  saat  yang  sama. Primary file biasanya merupakan file terbesar.
Sebelum melakukan proses Join kita harus melakukan perintah SORT yaitu mengatur recor dalam input file secara ascending atau descending,berdasarkan field kunci tertentu. Karena Sort menghasilkan file data baru yang mana hasil dari perintah sort yaitu file data baru yang bisa digabungkan.


A. Joining Matched Record

Dalam menggunakan Join Matched Record,pemillihan kunci field haruslah sama antara file primary dan file secondary.Jika terdapat lebih dari satu kunci field yang cocok dangan secondary file,ACL hanya menggunakan satu field saja dari record pertama yang cocok.Jika ada  record  yang  cocok  pada secondary file,ACL tidaakan  menghasilkan sebuah output record.


Contoh 1:

Seorang Auditor ingin mencocokkan record yang ada pada data file PERSEDIAAN.DBF dengan record pada data file HUTANG.DBF agar auditor dapat mengetahui record mana yang sama pada dua file tesebut. Auditor akhirnya memeriksa apakah record pada data file PERSEDIAAN.DBF cocok dengan record pada data file HUTANG.DBF, dan beri nama file baru tsb JOINMATCHED. Primary File-nya adalah SORTPERSEDIAAN (data file   PERSEDIAA yang   tela disort   berdasarka PRODNO),   dimana   Primary


Fields_nya adalah semua fields. Secondary File_nya adalah SORTHUTANG (data file HUTANG  yang  telah  disort  berdasarkan  PRODNO),  dimana  Secondary  Fields_nya adalah semua fields.


Langkah-langkah:

1. Aktifkan data file PERSEDIAAN lalu pilih menu Data dan klik Sort. Pada list box Sort On pilih PRODNO, dan pada text box Name ketik SORTPERSEDIAAN, klik OK.





2.   Aktifkan data file HUTANG lalu pilih menu Data dan klik Sort. Pada list box          Sor On   pilih   PRODNO da pada   text   box   Nam ketik SORTHUTANG, klik OK.









3.   Karena SORTPERSEDIAAN merupakan Primary File, maka kita harus aktif pada SORTPERSEDIAAN.
4.   Sorot Data dari menu bar dan pilih Join, lalu klik Main.

5.   Sorot file SORTHUTANG dari Secondary File.

6.   Karena  data  file  PERSEDIAAN  dan  data  file  HUTANG  telah  disort berdasarkan PRODNO, maka Primary Keys dan Secondary Keys pada proses Join ini adalah PRODNO.
7.   Untuk meyakinkan Primary Field sudah terurut, klik check box Presort.

8.   Pada Primary Fields list box pilih semua fields

9.   Pada Secondary Fields list box pilih semua fields

10. Ketik JOIN_MATCHED pada text box To.








11. Klik tab More, pada Scope klik radio button All, lalu klik radio button Matched record
12. Klik OK, maka jendela Command Log akan menampilkan:




Jendela view akan menampilkan :




Artinya :

Pada Command Log disebutkan 102 records produced dan 50 records bypassed, hal ini berarti ada 102 record dalam file PERSEDIAAN yang cocok dengan file HUTANG pada perintah JOINMATCHED dan ada 50 record dalam file PERSEDIAAN yang tidak cocok dengan file HUTANG pada perintah JOINMATCHED.


B. Joining Unmatched Record

Apabila kita memilih pilihan output adalah Joining Unmatched Record maka ACL hanya akan menampilkan record-record yang dari primary file yang tidak sama atau tidak cocok dengan secondary file.

Contoh 1 :

Sama seperti contoh pada Joining Matched Record,tetapi tidak perlu memberikan Secondary Fields,dan yang diperiksa adalah ketidakcocokan antara record pada file PERSEDIAAN.DBF dengan record pada file HUTANG.DBF, beri nama file baru tsb JOIN_UNMATCHED!
Langkah - langkah :

1.   Langkah  1  s/d  langkah  8  sama  seperti  langkah  pada  contoh  Joining  Matched

Record.

2.   Ketik JOIN_UNMATCHEpada text box To.









3.   Klik OK,maka jendela Command Log akan menampilkan:








Jendela view akan menampilkan :



Artinya :

Pada Command Log disebutkan 50 records produced dan 102 records bypassed, hal ini berarti ada 50 record dalam file PERSEDIAAN yang cocok dengan file HUTANG pada perintah JOINUNMATCHED dan ada 102 record dalam file PERSEDIAAN yang tidak cocok dengan file HUTANG pada perintah JOINUNMATCHED.


Kasus 1 (JOIN_MATCHED) :

Seorang Auditor ingin mencocokkan record yang ada pada data file GAJI.DBF dengan record pada data file MAS_PEG.DBF agar auditor dapat mengetahui record mana yang sama pada dua file tesebut. Auditor akhirnya memeriksa apakah record pada data file GAJI.DBF cocok dengan record pada data file MAS_PEG.DBF, dan beri nama file baru tsb JOIN_MATCHED1. Primary File-nya adalah SORTGAJI (data file GAJI yang telah  disort  berdasarkan  EMPNO), dimana  Primary  Fields_nya  adalah  semufields. Secondary File_nya adalah SORTMAS_PEG (data file MAS_PEG yang telah disort berdasarkan EMPNO), dimana Secondary Fields_nya adalah semua fields.

Kasus 1 (JOIN_UNMATCHED) :

Sama seperti contoh pada Joining Matched Record,tetapi tidak perlu memberikan Secondary Fields,dan yang diperiksa adalah ketidakcocokan antara record pada file GAJI.DBF dengan record pada file MAS_PEG.DBF , beri nama file baru tsb JOIN_UNMATCHED!

Kasus 2 (JOIN_MATCHED) :

Periksalah apakah record pada data file HUTANG.DBF cocok dengan record pada data file VENDOR.DBF,dan beri nama file baru tsb JOINMATCHED. Primary File VENDOR_NO nya adalah SORTHUTANG (data file HUTANG yang telah disort berdasarka VENDOR_NO),   dimana   Primary   Fields_ny adalah   semu fields. Secondary File_nya adalah SORTVENDOR (data file VENDOR yang telah disort berdasarkan VENDOR_NO), dimana Secondary Fields_nya adalah semua fields.

Kasus 2 (JOIN_UNMATCHED) :

Sama seperti contoh pada Joining Matched Record,tetapi tidak perlu memberikan Secondary Fields,  dan  yang  diperiksa adalah  ketidakcocokan  antara  recorpada  file HUTANG.DBF dengan record pada file VENDOR.DBF , beri nama file baru tsb JOIN_UNMATCHED!


 MERGE

Perintah Merge merupakan pilihan pemrosesan untuk banyak file. Perintah Merge mengkombinasikan (menggabung) dua file yang mempunyai struktur record yang identik ke dalam file ketiga. Kedua file biasanya diurutkan secara ascending sebelum dilakukan perintah Merge.


Contoh:

Auditor bagian pemasaran (Audit_Pemasaran) diminta untuk membuat file baru yang memisahkan jenis pekerjaan yang ada di perusahaan. Auditor diminta untuk memisahkan data para Designer. Agar tidak terjadi kesalahan dan agar mengetahui secara rinci jumlah Designer pada perusahaan, langkah awal Auditor adalah memisahkan para Designer berdasarkan Jenis Kelamin dengan cara di extract. Extract 1 Pekerjaan Designer dan Jenis Kelamin laki-laki di save dengan nama MaleDesigner. Extract 2 Pekerjaan Designer dan Jenis Kelamin Perempuan di save dengan nama FemaleDesigner. Kemudian Auditor membuat file baru dengan nama CompanyDesigner. (Kunci unik: JOB)
Buatlah file baru dengan nama CompanyDesigner menggunakan perintah Merge!



Langkah - langkah :

A.  Menciptakan Extract pertama

1.   Aktifkan data file Audit_Pemasaran

2.   Pilih Data dari menu bar lalu klik Extract

3.   Pada Main, klik radio button Record

4.   Klik If, isi kolom Expression dengan rumus : JOB =DESIGNER‟ AND SEX

=M‟

5.   Klik Verify lalu klik Ok

6.   Pada text box To ketik MaleDesigner, klik Ok




B.  Menciptakan Extract kedua

1.  Aktifkan data file Audit_Pemasaran

2.  Pilih Data dari menu bar lalu klik Extract

3.  Pada Main, klik radio button Record

4.  Klik If, isi kolom Expression dengan rumus : JOB =DESIGNER‟ AND SEX

=F

5.  Klik Verify lalu klik Ok

6.  Pada text box To ketik FemaleDesigner, klik Ok




C.  Menggabungkan Extract 1 dan Extract 2

1.  Aktif pada file Extract 1 (MaleDesigner)

2.  Pilih Data lalu klik Merge

3.  Klik dropdown Secondary File lalu pilih Extract 2 (FemaleDesigner)

4.  Klik JOB pada list box Primary Keys dan Secondary Keys

5.  Cek Presort pada checkbox apabila belum terchecklist

6.  Pada text box To ketik CompanyDesigner

7.  Klik Ok, Jendela Command Log akan menampilkan:



Analisis: Dari hasil pada Command Log diketahui bahwa dari 42 karyawan di perusahaan, terdapat 10 karyawan yang bekerja sebagai Designer, diantaranya 6 orang berjenis kelamin laki-laki dan 4 orang berjenis kelamin perempuan.


Kasus 1 :

Auditor diminta untuk menganalisis pajak karyawan. Perusahaan ingin mengetahui berapa jumlah karyawan yang besar pajaknya tidak lebih dari 600. Hal ini untuk mempermudah perusahaan dalam pengurusan data karyawan dalam file Gaji karyawan. Auditor menganalis Gaji Bersih karyawan yang kurang dari 2000 dan Pajak kurang dari 600 dengan cara extract dan di save dengan nama LowPay. Kemudian, menganalisis Gaji Bersih karyawan yang lebih besar dari 2000 dan Pajak kurang dari 600, di extract dengan nama HighPay. Kemudian menggabungkan dan menyimpan 2 file yang telah di extract dengan nama StandarTax. (Kunci unik: Cheque_no)


Kasus 2 :

Auditor diminta untuk membuat file baru dari file persediaan.DBF yang memisahkan jumlah barangyang harga jualnya dibawah 20. File baru tersebut diberi nama oleh auditor dengan nama MERGE_SALE. Extract 1didapat dari 50 record pertama dan di save dengan nama Extract1. Extract 2 SALEPR lebih kecil dari 20 di save dengan nama Extract2. (Kunci unik:LOC)


RELATION

Gunakan Relation untuk mempermudah user dalam melihat hubungan relasi antara field dalam 2 atau lebih file. Pada Relation sering digunakan istilah parent file dan child file. Parent file adalah file induk yang memiliki   beberapa field atau data yang sama dengan child file, sedangkan child file adalah file yang akan dihubungkan dengan parent file. Dalam proses relation, field kunci harus diindex terlebih dahulu. Fungsi Index sama seperti fungsi sort, yaitu mengurutkan data.


Contoh :

Sebua perusahaa melakuka kekelirua pada   jumlah   hutang   yang   dimilikinya. Perusahaan tersebut menginginkan seorang auditor untuk mengindentifikasi apakah jumlah hutang  sudah  sesuai  dengan  vendornya  dan  juga  apakah  jumlah  hutang  sudah  sesuai dengan jumlah barang yang dibeli dan harga per unitnya. Maka dari itu auditor melakukan relasi data dari file HUTANG, AUDIT_MANUFAKTURING dan VENDOR.DBF, dimana field kuncinya adalah PRODNO (Product Number) untuk file AUDIT_MANUFAKTURING daVENDOR_NO untuk file  VENDOR.DBF. Field- field yang ditambahkan adalah QUANTITY dan UNCST   (Unit Cost)   dari data file HUTANG,Audit_MANUFAKTURING.CSTDTEdanAudit_MANUFAKTURING.MI NQTY dari data file Audit_MANUFAKTURING, VENDOR.CIT dan VENDOR.ZIP dari data file VENDOR.


Langkah-langkah:

A.  Mendefinisikan Rencana

1.   Data file HUTANG sebagai parent file.

2.   Data file Audit_MANUFAKTURING dan VENDOR.DBF sebagai child files.

3.   HUTANG  dan  Audit_MANUFAKTURING  dapat  dihubungkan  dengan  field

PRODNO.

4.   HUTANG dan VENDOR.DBF dapat dihubungkan dengan field VENDOR_NO.

5.   Indexlah  Audit_MANUFAKTURING  berdasarkan  key  field  PRODNO  dan

VENDOR.DBF berdasarkan key field VENDOR_NO.


B.  Mengindex File Child :

1.   Untuk    mengindex    Audit_MANUFAKTURING,    aktif    pada    data    file

Audit_MANUFAKTURING

2.   Pilih Data dari menu bar, lalu klik Index.

3.   Pada  list  box  Index  On  klik  PRODNO  untuk  memilih  key  field  yang  akan diindex.
4.   Dalam kotak To, ketik INDEX_ PRODNO untuk memberi nama file index.






5.    Klik OK. Jumlah record yang diindex akan tampak di kotak status line bagian tengah. ACL menayangkan hasilnya dalam window Command log:






6.   Untuk mengindex VENDOR_DBF, aktif pada data file VENDOR_NO.

7.   Ulangi langkah 2 s/d langkah 5, tetapi pada list box Index On klik VENDOR_NO, dan pada kotak To ketik INDEX_VENDOR.





8. Klik Ok. Kemudian akan muncul hasil seperti pada kotak command log berikut:




C.  Menetapkan Relasi Data :

1.   Aktif di parent file, yaitu data file HUTANG, lalu pilih Data pada menu bar dan klik Relations. Dalam list box Relate on, pilih field PRODNO.
2.   Klik  dropdown  Related  File,  pilih  Audit_Manufakturing  sebagai  file  child.

Ketika anda memilih Related File, ACL menampilkan Using Index untuk file tsb, yaitu INDEX_PRODNO. Klik INDEX_PRODNO tsb yang berada pada kotak Using Index.
3.   Klik Relate. ACL menampilkan hubungan dalam list box Relationship. Kotak dialog Relationship tetap terbuka sampai anda mengklik Done, hal ini untuk memungkinkan anda memilih multiple relationship.


D.  Menciptakan Relasi Kedua :

1.   Klik field VENDOR_NO dalam list box Related on.

2.   Klik dropdown Related File dan pilih VENDOR.



3.   Klik INDEX_ VENDOR pada list box Using Index, lalu klik Relate.


4.    Klik Done, jendela Command Log akan menampilkan:




E.  Menambahkan Kolom dari File yang Terhubung (Child File) ke Parent File:

1.   Pada jendela Overview, drag icon   [Views] ke jendela Command Log atau jendela View untuk membuka tampilan kosong file HUTANG.
2.   Pada From Input File HUTANG, dalam list box Available Fields double klik QUANTITY dan UNIT_COST, VENDOR_NO, dan PRODNO untuk mengcopynya ke list box Selected Fields.
3.   Klik dropdown From Input File dan pilih AUDIT_MANUFAKTURING, maka list box Available Fields berubah dengan menampilkan nama field dari file AUDIT_Manufakturing. Nama field didahului dengan nama Related File. Hal ini untuk mempermudah melihat dengan cepat dari file mana field tersebut berasal.
4.   Dalam list box Available Fields, double klik Audit_Manufakturing.CSDTE dan

Audit_Manufakturing.MINQTY.

5.   Pilih VENDOR dari dropdown From Input File, maka ACL mengubah list box

Available Fields dengan menampilkan nama field dari file VENDOR.


6.   Double  klik  VENDOR.VENDOR_CIT  dan  VENDOR.VENDOR_ZIP  untuk mengcopynya ke list box Selected Fields.


7.   Klik OK, jendela View akan menampilkan:





Kasus 1 :

Sebuah perusahaan melakukan pengecekan pada file Master Pegawai apakah sudah sesuai antara pekerjaan pegawai dengan gajinya. Maka dari itu perusahaan menginginkan auditor untuk  merelasikan  data  file  MAS_PEGAUDIT_PEMASARAN  dan  GAJI.DBF, dimana field kuncinya adalah JOB untuk file AUDIT_PEMASARAN dan WORKDEPT untuk file GAJI.DBF. Field-field yang ditambahkan adalah FIRSTNME dan LASTNAME dari data file MAS_PEG, Audit_PEMASARAN.EDLEVEL dan Audit_PEMASARAN.SALARY dari data file Audit_PEMASARAN, GAJI.EMPNO dan GAJI.PAYDATE dari data file GAJI.


Kasus 2 :

Sebuah perusahaan melakukan kekeliruan pada jumlah gaji yang diberikan kepada para pegawai. Maka dari itu perusahaan meminta auditor untuk melakukan  relasi data file HUTANG, VENDOR.DBF dan PERSEDIAAN.DBF, dimana field kuncinya adalah VENDOR_NO  untuk file VENDOR dan PRODNO untuk file PERSEDIAAN. Field- field yang dihubungkan adalah UNCST dan QUANTITY dari data file HUTANG, VENDOR_NO dan VENDOR_STA dari data file VENDOR, PRCDTE dan PRODNO dari data file persediaan.


 FILTER

Filter adalah suatu jenis khusus dari expression yang digunakan untuk mengidentifikasikan record yang sesuai dengan sekumpulan kriteria tertentu. Filter dapat digunakan sebagai filter lokal atau filter global.


A. FILTER LOKAL

Suatu local filter dapat dikatakan sebagai satu contoh logical expression. Local filter digunakan ketika sebuah perintah tunggal dijalankan satu kali saja. Local filter juga dapat digunakan untuk membuat pengecualian-pengecualian.
Contoh 1:

Seorang auditor ingin mengetahui seberapa banyak harga jual yang lebih kecil dari biaya satuannya supaya auditor dapat memperhitungkan besar laba ataupun rugi pada perusahaan manufakturnya. Auditor akhirnya membuat suatu filter untuk harga jual (SALEPR) yang nilainya lebih kecil dari unit costnya (UNCST) dan menyimpan dengan nama SAL_UN pada file Audit_Manufakturing.DBF !


Langkah-langkah:

1. Aktifkan data file Audit_Manufakturing.DBF.

2. Pilih Analyze dari menu dan pilih Count.

3. Klik If untuk membuka expression builder



4. Lalu buat ekspresi sbb: SALEPR < UNCST

5.   Dalam kotak teks Save As, ketikkan SAL_UN untuk menamai filter tersebut.




6.   Setelah itu klik [VERIFY] untuk memastikan sudah sesuaikah ekspresi tersebut.



7. Klik [OK] untuk menutup expression builder dan kembali ke kotak dialog Count.

Nama filter expression sekarang muncul dalam kotak teks If.






8. Klik  [OK].  ACL  melaporkan  hasilnya  dalam  jendela  Command  Log  sebagai berikut:



Analisis : Dari hasil pada Command Log diketahui bahwa dari 152 record di perusahaan, terdapat 2 record harga jual (SALEPR) yang lebih kecil dari biaya satuan (UNCST).
B.  FILTER GLOBAL

Filter global berlaku untuk semua view untuk sebuah input file definition setiap kali kita menjalankan sebuah perintah dari menu atau tombol. Suatu global filter akan tetap ada sampai kita menghapusnya atau menutup input file.
Contoh 1 :

Langkah-langkah Menjalankan Filter Secara Global:

1.   Aktifkan data file Audit_Manufakturing.DBF

2.   Lakukan seperti membuat filter lokal

3.   Klik tombol  (Edit view filter) pada jendela View atau pilih Tools dari menu dan pilih Set Global Filter untuk membuka kotak dialog set global filter.
4.   Pilih filter SAL_UN yang telah dibuat.




5.  Klik [OK] untuk menjalankan filter SAL_UN sebagai global filter. SAL_UN akan muncul dalam kotak Default Filter dalam View. Kotak tengah pada status bar  juga  menunjukkan  bahwa  SAL_UN  adalah  global  filter  yang  sedang berjalan. Ketika kita menjalankasebuaperintah, filter tersebut  diterapkan kembali, dan lambang ? (tanda tanya) disamping nomor record yang tampak pada status bar digantikan dengan jumlah record yang ditemukan oleh filter.









Sumber:







ACL (Audit Command Language)

Posted by : astro
Date :Kamis, 02 November 2017
With 0komentar

IT AUDITOR

| Kamis, 28 September 2017
Baca selengkapnya »

Pengertian dan Pekerjaan IT Auditor


Audit sendiri merupakan proses dalam memperoleh dan mengevaluasi bukti-bukti tindakan ekonomi, guna memberikan asersi dan menilaiseberapa jauh tindakan ekonomi sudah sesuai dengan kriteria berlaku, dan mengkomunikasikan hasilnya kepada pihak terkait.
IT Auditor sendiri merupakan proses pengumpulan dan evaluasi bukti-bukti untuk menentukan apakah sistem komputer yang digunakan telah dapat melindungi aset milik organisasi, mampu menjaga integritas data, dapat membantu pencapaian tujuan organisasi secara efektif, serta menggunakan sumber daya yang dimiliki secara efisien (Weber, 2000).
Jadi secara garis besar IT Auditor akan mendatangi client, memeriksa pengelolaan TI di client tersebut, dari program changes, logical access, OS,DB,security review. Maka IT auditor akan banyak bertanya-tanya seputar bagaimana sih client tersebut menjalankan TI-nya. IT auditor akan berfungsi sebagai pihak ketiga yang menilai, memberi masukan, mengarahkan sebaiknya bagaimanakah pelaksanaan TI ditempat tersebut. Point dari penejelasan diatas dapat kita ketahui bahwa tugas seorang IT Auditor hanya bertanya, mengecek dan membuat laporan.

Ruang lingkup pekerjaan it auditor


          Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa ruang lingkup pekerjaan seorang IT Auditor adalah bertanya kepada client seputar pengelolaan TI yang ada pada client, mengeceknya dan membuat laporan tentang pengelolaan IT pada client.

Tools apa saja yang sering digunakan it auditor?


        Pekerjaan dibindang IT tentunya akan memerlukan tools yang digunakan untuk membantu pekerjaan, entah itu programmer, software development, system analiyst, dll. IT auditor juga memiliki tools yang sering digunakan dalam pekerjaannya, yaitu :
1.      COBIT® (Control Objectives for Information and related Technology).
2.      COSO (Committee of Sponsoring Organisations of the Treadway Commission) Internal Control—Integrated Framework
3.      ISO/IEC 17799:2005 Code of Practice for Information Security Management
4.      FIPS PUB 200
5.      ISO/IEC TR 13335
6.      ISO/IEC 15408:2005/Common Criteria/ITSEC
7.      PRINCE2
8.      PMBOK
9.      TickIT
10.  CMMI
11.  TOGAF 8.1
12.  IT Baseline Protection Manual
13.  NIST 800-14



Sumber :



IT AUDITOR

Posted by : astro
Date :Kamis, 28 September 2017
With 0komentar

ANIMASI

| Jumat, 02 Juni 2017
Baca selengkapnya »
Pengertian animasi
Animasi sendiri berasal dari bahasa latin yaitu “anima” yang berarti jiwa, hidup, semangat. Sedangkan karakter adalah orang, hewan maupun objek nyata lainnya yang dituangkan dalam bentuk gambar 2D maupun 3D. shingga karakter animasi secara dapat diartikan sebagai gambar yang memuat objek yang seolah-olah hidup, disebabkan oleh kumpulan gambar itu berubah beraturan dan bergantian ditampilkan. Objek dalam gambar bisa berupa tulisan, bentuk benda, warna dan spesial efek.
Animasi merupakan suatu teknik menampilkan gambar berurut sedemikian rupa sehingga penonton merasakan adanya ilusi gerakan (motion) pada gambar yang ditampilkan. Secara umum ilusi gerakan merupakan perubahan yang dideteksi secara visual oleh mata penonton sehingga tidak harus perubahan yang terjadi merupakan perubahan posisi sebagai makna dari istilah gerakan. Perubahan seperti perubahan warna pun dapat dikatakan sebuah animasi.

Sejarah animasi
Animasi adalah gambar bergerak yang dibuat dengan cara merekam gambar-gambar diam, kemudian rekaman gambar-gambar tersebut diputar ulang dengan berurutan sehingga terlihat tidak lagi sebagai masing-masing gambar terpisah, tetapi sebagai sebuah kesatuan yang menghasilkan ilusi pergerakan yang tidak terputus. Manusia pada zaman dahulu kala sudah pernah mencoba untuk menggambar sebuah gerakan, contohnya gambar hewan yang kakinya digambar dengan pose yang menunjukkan bahwa hewan tersebut seolah-olah bergerak dalam gua pada zaman paleolitikum. Salah satu cikal bakal dari animasi adalah Wayang, dimana sudah ada di Indonesia pada abad  ke 9.  
Animasi pertama kali dibuat oleh Fady Saeed dari Mesir tahun 1756. Pada abad ke 17 sampai 19, peralatan-peralatan animasi sederhana telah ditemukan  sebelum munculnya proyektor film. Sejarah Film Animasi dimulai pada tahun 1890, Film animasi yang pertama kali dibuat oleh Charles-Émile Reynaud, penemu Praxinoscope, yaitu sebuah sistem gerakan yang menggunakan putaran dari 12 gambar. Pada tanggal 18 Oktober 1892, di Musée Grévin di kota Paris, Perancis, beliau memamerkan animasi dengan putaran dari 500 gambar.
Empat film animasi pertama dengan standar gambar film adalah Humorous Phases of Funny Faces oleh J. Stuart Blackton pada tahun 1906. Kemudian pada tahun 1908, Émile Cohl, director dari Perancis, menayangkan animasi Fantasmagorie, dimana animasi ini juga cukup terkenal. Film Animasi yang menggunakan boneka pertama kali dibuat oleh Wladyslaw Starewicz (Ladislas Starevich) yang berjudul The Beautiful Lukanida pada tahun 1910
Jenis-jenis  animasi
1.       Animasi Stop Motion
Stop motion berasal dari dua kata yaitu stop dan motion. Stop =berhenti dan motion=bergerak. Jadi, stop motion berarti berhenti dan bergerak. Satop motion adalah suatu teknik animasi utnuk membuat objek yang dimanipulasi secara fisik agar terliahat bergerak sendiri. Animasi stop motion biasa disebut dengan clay animation atau clay-mation karena dalam perkembangannya jenis animasi sering menggunakan clay(tanah liat) sebagai objek teknik stop motion. Teknik stop motion ini pertama kali ditemukan oleh Stuart Blankton pada tahun 1906, yaitu dengan menggambarkan ekspresi wajah sebuah karakter kartun di atas papan tulis kemudian gambar tersebut diambil dengan still camera, lalu gambar dihapus dan digambar ekspresi berikutnya dan dipotret kembali, dan seterusnya secara berulang.
2.       Animasi Tradisional
Animasi tradisional biasanya dikenal dengan animasi cell atau animasi yang dihasilkan dengan tangan yaitu setiao proses menggunakan tangan. Animasi tradisional merupakan proses yang digunakan untuk film-film animasi yang paling lama yaitu pada abad ke-20. Contoh film ciri animasi tradisional seperti Pinocchio, Akira.
3.       Animasi 3D
Animasi 3D adalah persembahan grafik yang dicapai melalui komputer dan digital generator. Animasi 3d sendiri adalah sebuah model yang mempunyai bentu, volume, dan ruang sehingga dapat dilihat dari segala arah. Teknologi animasi 3D sekarang ini banyak digunakan untuk membuat film-film animasi. Contoh film cirri animasi 3D yaitu Toy Story, Upin Ipin, dll.
4.        Animasi Kombinasi
Animasi kombinasi adalah gabungan dari teknik animasi yang berbeda. Animasi kombinasi dibedakan menjadi 3 yaitu:
1. Kombinasi animasi 2D & 3D : penggabungan teknik animasi 2D dan 3D. Contohnya seperti film The Road to Eldorado, Titan A.E.
2. 2D and Live Shot : penggabungan teknik animasi 2D dengan Live Shot (Syuting Ade-gan). Contohnya seperti pada film Space Jam, Osmosis Jones.
3. 3D and Live Shot : penggabungan teknik animasi 3D dengan Live Shot (Syuting Ade-gan). Contohnya seperti pada film Jurasic Park, Titanic, Lord of the Ring, Harry Potter, Stuart Little, Scooby Doo.
Teknik-teknik pembuatan animasi
1.       Animasi cel
Animasi cel berasal dari kata “celluloid”, yaitu bahan dasar dalam pembuatan animasi jenis ini ketika tahun-tahun awal adanya animasi. Animasi cel merupakan lembaran-lembaran yang membentuk animasi tunggal, masing-masing cel merupakan bagian yang terpisah sebagai objek animasi. misalnya ada tiga buah animasi cel, cel pertama berisi satu animasi karakter, cel kedua berisi animasi karakter lain, dan cel terakhir berisi latar animasi. Ketiga animasi cel ini akan disusun berjajar, sehingga ketika dijalankan animasinya secara bersamaan, terlihat seperti satu kesatuan. Contoh animasi jenis ini adalah film kartun seperti Tom and Jerry, Mickey Mouse dan Detectif Conan.
2.       Animasi frame
Animasi frame merupakan animasi yang paling sederhana, dimana animasinya didapatkan dari rangkaian gambar yang bergantian ditunjukan, pergantian gambar ini diukur dalam satuan fps (frame per second). Contoh animasi ini adalah ketika kita membuat rangkaian gambar yang berbeda pada tepian sebuah buku, kemudian kita buka buku tersebut sedemikian rupa menggunakan jempol, maka gambar akan terlihat bergerak. Dalam Macromedia Flash, animasi ini dibuat dengan teknik animasi keyframe, teknik ini sering digunakan untuk mendapatkan animasi objek yang tidak bisa didapatkan dengan teknik animasi tween, teknik animasi path dan teknik animasi script.
3.       Animasi sprite
Pada animasi ini setiap objek bergerak secara mandiri dengan latar belakang yang diam, setiap objek animasi disebut “sprite”. Tidak seperti animasi cel dan animasi frame, setiap objek dalam animasi sprite bergerak tidak dalam waktu bersamaan, memiliki besar fps yang berbeda dan pengeditan hanya dapat dilakukan pada masing-masing objek sprite. Contoh animasi ini adalah animasi rotasi planet, burung terbang dan bola yang memantul. Penggunaan animasi jenis ini sering digunakan dalam Macromedia Director.
4.       Animasi path
Animasi path adalah animasi dari objek yang gerakannya mengikuti garis lintasan yang sudah ditentukan. Contoh animasi jenis ini adalah animasi kereta api yang bergerak mengikuti lintasan rel. Biasanya dalam animasi path diberi perulangan animasi, sehingga animasi terus berulang hingga mencapai kondisi tertentu. Dalam Macromedia Flash, animasi jenis ini didapatkan dengan teknik animasi path, teknik ini menggunakan layer tersendiri yang didefinisikan sebagai lintasan gerakan objek.
5.       Animasi spline
Pada animasi spline, animasi dari objek bergerak mengikuti garis lintasan yang berbentuk kurva, kurva ini didapatkan dari representasi perhitungan matematis. Hasil gerakan animasi ini lebih halus dibandingkan dengan animasi path. Contoh animasi jenis ini adalah animasi kupu-kupu yang terbang dengan kecepatan yang tidak tetap dan lintasan yang berubah-ubah. Dalam Macromedia Flash, animasi jenis ini didapatkan dengan teknik animasi script, teknik ini menggunakan action script yang membangkitkan sebuah lintasan berbentuk kurva dari persamaan matematis.
6.       Animasi vector
Animasi vektor mirip dengan animasi sprite, perbedaannya hanya terletak pada gambar yang digunakan dalam objek sprite-nya. Pada animasi sprite, gambar yang digunakan adalah gambar bitmap, sedangkan animasi vektor menggunakan gambar vektor dalam objek sprite-nya. Penggunaan vektor ini juga mengakibatkan ukuran file animasi vektor menjadi lebih kecil dibandingkan dengan file animasi sprite.
7.       Morphing
Morphing adalah mengubah satu bentuk menjadi bentuk yang lain. Morphing memperlihatkan serangkaian frame yang menciptakan gerakan halus dari bentuk pertama yang kemudian mengubah dirinya menjadi bentuk yang lain. Dalam Macromedia Flash animasi jenis ini dilakukan dengan teknik tweening shape.
8.       Animasi clay
Animasi ini sering disebut juga animasi doll (boneka). Animasi ini dibuat menggunakan boneka-boneka tanah liat atau material lain yang digerakkan perlahan-lahan, kemudian setiap gerakan boneka-boneka tersebut difoto secara beruntun, setelah proses pemotretan selesai, rangkaian foto dijalankan dalam kecepatan tertentu sehingga dihasilkan gerakan animasi yang unik. Contoh penerapan animasi ini adalah pada film Chicken Run dari Dream Work Pictures. Teknik animasi inilah yang menjadi cikal bakal animasi 3 Dimensi yang pembuatannya menggunakan alat bantu komputer.
9.       Animasi digital
Animasi digital adalah penggabungan teknik animasi cell (Hand Drawn) yang dibantu dengan komputer. Gambar yang sudah dibuat dengan tangan kemudian dipindai, diwarnai, diberi animasi, dan diberi efek di komputer, sehingga animasi yang didapatkan lebih hidup tetapi tetap tidak meninggalkan identitasnya sebagai animasi 2 dimensi. Contoh animasi jenis ini adalah film Spirited Away dan Lion King.
10.   Animasi karakter
Animasi karakter biasanya digunakan dalam film kartun berbasis 3 dimensi, oleh karena itu ada juga yang menyebutnya sebagai animasi 3D. Pada animasi ini setiap karakter memiliki ciri dan gerakan yang berbeda tetapi bergerak secara bersamaan. Dalam pengerjaannya, animasi jenis ini sangat mengandalkan komputer, hanya pada permulaan saja menggunakan teknik manual, yaitu pada saat pembuatan sketsa model atau model patung yang nantinya di-scan dengan scanner biasa atau 3D Scanner. Setelah itu proses pembuatan objek dilakukan di komputer menggunakan perangkat lunak 3D modelling and animation, seperti Maya Unlimited, 3ds max dan lain sebagainya. Setelah itu dilakukan editting video, penambahan spesial efek dan sulih suara menggunakan perangkat lunak terpisah. Bahkan ada beberapa animasi dengan teknik ini yang menggunakan alam nyata sebagai latar cerita animasi tersebut. Contoh animasi dengan teknik ini adalah Film yang berjudul Finding Nemo, Toy Story dan Moster Inc.


 

Sumber :

ANIMASI

Posted by : astro
Date :Jumat, 02 Juni 2017
With 0komentar

Profile Logo

| Jumat, 14 April 2017
Baca selengkapnya »
Kali ini saya akan memperkenalkan logo buatan saya sendiri, dan logo ini termasuk simple karena hanya ada huruf A dan S xD. Pada pembuatan logo ini saya menggunakan software GIMP yang memang gratisan hehe.

Berikut adalah penampakan logonya :


Deskripsi logo :

1. Huruf A dan S dalam logo merupakan inisial dari nama saya.
2. Bintang dengan lubang  berbentuk bintang ditengah menggambarkan tentang sebuah impian dan dalam proses mencapai impian pasti kita akan merasakan yang namanya terjatuh/gagal.
3. Terakhir, mengenai warna, kenapa saya hanya menggunakan warna hitam dan putih? karena saya mau menggambarkan sifat alami manusia, yaitu setiap manusia pasti memiliki kebaikan maupun keburukan didalam dirinya.


Review software :

Untuk membuat logo pada GIMP mungkin memang agak sedikit kurang dalam toolsnya namun kalau hanya membuat logo sesimple seperti yang saya buat, lebih baik memakai software ini, karena mudah digunakan dan gratis.


Profile Logo

Posted by : astro
Date :Jumat, 14 April 2017
With 2komentar

Desain Grafis

| Selasa, 14 Maret 2017
Baca selengkapnya »

DESAIN GRAFIS



Kali ini saya akan membahas tentang desain grafis yang juga merupakan menjadi tugas kuliah saya.

Baiklah, pertama-tama saya akan menjelaskan apa itu desain grafis. Desain grafis adalah suatu bentuk komunikasi visual yang menggunakan gambar untuk menyampaikan informasi atau pesan seefektif mungkin. Dalam desain grafis, teks juga dianggap gambar karena merupakan hasil abstraksi simbol-simbol yang bisa dibunyikan. Desain grafis diterapkan dalam desain komunikasi dan fine art. Seperti jenis desain lainnya, desain grafis dapat merujuk kepada proses pembuatan, metoda merancang, produk yang dihasilkan (rancangan), atau pun disiplin ilmu yang digunakan (desain). Adapun ilmu-ilmu tentang desaun grafis, seperti fotografi, ilustrasi, tipografi, 3Dimensi, multimedia, animasi, percetakan, dll. Dengan banyaknya ilmu yang dapat dipelajari dari desain grafis tentunya akan memerlukan alat bantu baik berupa software maupun hardware, seperti Adobe Flash (animasi 2D), Adobe Photoshop (Mengedit gambar/foto), Adobe Premiere (mengedit film/video), dll.

Saat ini, desain grafis lebih dikenal dengan “desain komunikasi visual” atau biasa disingkat dengan sebutan DKV. Disebut seperti itu karena peran desain grafis dalam mengkomunikasikan pesan dan informasi kepada audiens dengan cara sentuhan visual yang sangat kental, seperti: warna, ilustrasi, tipografi, garis dan sebagainya. Bahkan, desain grafis sering dikategorikan sebagai commercial art karena merupakan paduan antara seni rupa dengan komunikasi untuk tujuan bisnis. Namun sebenarnya desain grafis dengan DKV itu berbeda. Perbedaannya adalah pada cangkupannya/ruang lingkupnya. Cangkupan DKV itu lebih luas karena desain grafis hanya bersifat dua dimensi yang hasil akhirnya adalah dicetak seperti poster, famplet atau komik. Sedangkan hasil dari DKV adalah poster, famplet, komik, 3D, animasi, video, sampai dengan ilmu periklanan (komunikasi). Dengan kata lain, desain grafis masih dalam cangkupan atau bagian dari DKV.

Berikut adalah contoh-contoh dari desain grafis :







Sumber : 
http://teoridesain.com/2016/05/pebedaan-dkv-dan-desain-grafis.html
http://www.kreatifprofesional.com/definisi-desain-grafis
http://virala.id/post/apa-sih-yang-dimaksud-dengan-desain-grafis-dan-apa-pentingnya

Desain Grafis

Posted by : astro
Date :Selasa, 14 Maret 2017
With 0komentar
| Senin, 23 Januari 2017
Baca selengkapnya »

Tugas Softskill
Sistem Cerdas Sepatu Nike Hyperadapt


Keterangan        :
Nike Hyperadapt 1.0 merupakan sepatu pertama yang memiliki kemampuan semacam itu. Sepatu yang pada dasarnya hanya untuk kepentingan peringatan film klasik tersebut, kini mereka menjualnya ke publik meski dalam jumlah yang sangat terbatas. Dengan demikian, sepatu ini menjadi salah satu produk eksklusif dari Nike.
Nike Hyperadapt 1.0 merupakan sepatu pertama yang memiliki kemampuan semacam itu. Sepatu yang pada dasarnya hanya untuk kepentingan peringatan film klasik tersebut, kini mereka menjualnya ke publik meski dalam jumlah yang sangat terbatas. Dengan demikian, sepatu ini menjadi salah satu produk eksklusif dari Nike.



Flowchart            :


Deskripsi             :
                Langkah pertama yang perlu kita lakukan adalah dengan menggunakan sepatu tersebut, secara otomatis sensor tekanan yang tertanam pada bagian tumit sepatu akan medeteksi/membaca tekanan tersebut. Setelah kaki masuk dan menginjak sensor tekanan tersebut sistem ikatan talinya yang berupa rangkaian kabel ini secara otomatis akan langsung mengencangkan diri. Jika terlalu kencang ikatan talinya juga masih bisa dilonggarkan dengan cara menekan tombol khusus yang bisa diakses di dekat bagian lidah sepatu ini.
Manfaat               :

                Manfaat dari sepatu ini adalah pengguna akan dibebas tugaskan untuk mengikat tali sepatu secara manual, karena sistem ikatan talinyalah yang akan secara otomatis mengencangkan diri untuk menyesuaikan kaki Anda.
Posted by : astro
Date :Senin, 23 Januari 2017
With 0komentar

ANALISIS MAKALAH “IMPLEMENTASI FUZZY EXPERT SYSTEM UNTUK ANALISA PENYAKIT DALAM PADA MANUSIA”

| Kamis, 17 November 2016
Baca selengkapnya »
 1.       Field Establish
Makalah ini membahas tentang pembuatan sautu perangkat lunak(software) yang digunakan untuk menganalisa penyakit yang terdapat pada tubuh pasien dari gejala-gejala yang dialami oleh pasien layaknya seorang dokter saat bertanya ke pasien tentang keluhannya, sehingga memudahkan perkerjaan dokter dan pasien dapat menignkatkan ketepatan analisa penyakit yang diderita oleh pasien.

       2.       Masalah
Salah satu masalah yang sering dialami oleh seorang dokter adalah kesalahan terhadap analisa penyakit yang terjadi pada pasien, dengan begitu banyaknya penyakit dan gejala-gejala yang hampir sama disetiap penyakit, tentu saja dokter terkadan juga bisa salah, misalnya orang sakit kepala biasa dengan orang yang terkena demam, mereka memiliki gejala yang sama, yaitu sakit pada bagian kepala, yang membedakan kedua penyakit tersebut adalah intensitas dan frekuensi serangan gejala tersebut dan gejala susulan yang menyerang pada kedua penyakit.

       3.       Solusi
Untuk mengatasi masalah diatas maka dibuatlah program sistem pakar yang berbasis Fuzzy Expert System yang diharapkan dapat memudahkan pekerjaan para dokter dan juga dapat menganalisa gejala-gejala yang dialami oleh pasien dan mengetahui penyakitnya dengan tingkat keakuratan yang tinggi.

       4.       Evaluasi
Dalam makalah ini dijelaskan bahwa Expert system (sistem pakar) yang berkerja dengan rule based yang disimpan dalam database, namun Sistem pakar yang berbasis rule based masih memiliki kekurangan, maka dari itu dikembangkanlah sistem pakar yang berbasis Fuzzy.
Dalam menganalisa gejala-gejala yang dialami oleh seseorang juga pasti melewati berbagai proses dalam program tersebut yang nantinya akan menghasilkan analisa yang sangat akurat. Proses yang pertama dilakukan adalah dengan menggunakan metode forward chaining dalam menentukan prediksi awal suatu penyakit yang diderita oleh pasien, setelah melakukan metode pertama maka software akan menggunakan metode backward chaining untuk menanyakan gejala-gejala lain yang mungkin belum dimasukan oleh pasien.

      5.       Kontribusi
Pada makalah ini disebutkan bahwa dalam hasil pengujiannya, gejala-gejala yang dialami oleh pasien dapat dianalisa penyakitnya dengan tepat tergantung dari intensitas dan frekuensi gejala yang dialami oleh pasien.

      6.       Critical Thinking
(GOOD)
Dalam makalah ini penulis mencoba untuk menjelaskan tentang keguaan dan manfaat dari Sistem Pakar berbasis fuzzy yang menggunakan metode forward chaining dan backward chaining untuk dapat menganalisa penyakit yang diderita oleh pasien. Dengan dibuatnya sistem ini dapat memudahkan pekerjaan seorang dokter dalam menganalisis penyakit dari gejala-gejala yang dialami oleh pasien dan juga dapat memberikan hasil dengan ketepatan yang cukup tinggi kepada pasien.

ANALISIS MAKALAH “IMPLEMENTASI FUZZY EXPERT SYSTEM UNTUK ANALISA PENYAKIT DALAM PADA MANUSIA”

Posted by : astro
Date :Kamis, 17 November 2016
With 0komentar
Next Prev
▲Top▲